Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat Tegas Akan Tindak Penyelundupan Rotan

- 15 Mei 2024, 23:52 WIB
ilustrasi rotan
ilustrasi rotan /Foto: Istimewa/

KALBAR.PIKIRAN-RAKYAT.COM – Belakangan ini beredar kabar berita di media onine adanya aktifitas diduga penyelundupan rotan asal Kalimantan Tengah ke Malaysia melalui jalur tikus di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Plh Humas Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat, Eko Saputro mengatakan, belum mengetahui informasi tersebut. Namun jika ada ditemukan dugaan penyelundupan rotan ia meminta kepada warga untuk memberikan informsi kepada Bea Cukai, maka akan dilakukan penindakan.

‘’Kami belum mendapatkan informasi adanya penyelundupan rotan tersebut. Tapi kalau memang ada penyelundupan rotan akan kami tindak tegas,’’kata Eko Saputro dikutip Rabu, 15 Mei 2024.

Baca Juga: Pj Bupati Kubu Raya Akui Dipanggil Kejati Kalbar Terkait Dana Hibah Pemprov Kalbar

Eko menambahkan, rotan yang bisa di ekspor ke luar negeri yang bentuknya sudah diolah. Sementara untuk rotan yang masih mentah hingga saat ini masih dilarang.

‘’Hanya rotan yang sudah diolah yang bisa di ekspor,’’tambahnya.

Lebih lanjut, Eko Saputro mengatakan, karena wilayah Kalbar sangat luas maka terkait masuknya barang ilegal melalui jalur tikus akan dilakukan upaya penyisiran dengan melibatkan Pamtas dan masyarakat adat. Dan untuk penindakan akan bersinergi dengan aparat penegak hukum lainya.

‘’Kami Bea Cukai berkomitmen malakukan pengawasan barang-barang ilegal dan terkait penindakanya nanti akan melibatkan aparat penegak hukum lainya’’kata Eko.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, Adi Yani mengatakan, rotan banyak diminati oleh pihak luar, namun pengiriman rotan keluar negeri tidak bisa dalam bentuk mentah.

Baca Juga: Mobil Hias Replika Tanjak Motif Corak Insang Khas Melayu Pontianak Pikat Warga Solo

‘’Rotan  ini berasal dari Kalteng , Kaltim dan mungkin dari Pulau Jawa yang dikirim ke Kalimantan. Dan di Kalbar ini banyak pengerajin sehingga barang yang sudah jadi di ekspor. Seperti salah satunya di Badau dan Bengkayang,’’ucap Adi Yani.

Adi Yani mengatakan, bahan baku rotan tidak boleh di ekspor. Dan terkait regulasi untuk pengawasan rotan tersebut bekerjasama dengan Bea Cukai dan Karantina.

‘’Hingga saat ini untuk di Kalbar belum ada ekspor bahan baku rotan keluar negeri. Dulu ada di perbatasan tapi akhirnya ditangkap,’’pungkasnya.

Editor: Ngadri


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah